Kamis, 23 Maret 2017

Tugas Organisasi Komputer dan Sistem Operasi 5



Disusun Oleh Kelompok G :
Dwiky Semuel
NIM: 064001600018
Muhammad Iqbal
NIM: 064001600005
Niko Putra
NIM: 065001600008
Yusuf Alvino Riondi     
NIM: 064001600014

Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017


1. Jelaskan pengertian registry beserta fungsinya!

-Registry adalah bagian dari sistem operasi windows dimana registry merupakan pusat database pada sistem operasi berbasis windows. Semua aktifitas user dan konfigurasi komputer baik perangkat keras maupu software terekam didalam registry. Microsoft sendiri mulai muluncurkan dan mengenalkan registry pada program mereka yaitu pada Sistem operasi 95. Registry akan menampilkan dan mencatat informasi sistem operasi seperti aplikasi apa saja yang terinstall pada komputer, user profil pada komputer, type file yang telas dibuat, icon, folder bahkan port yang digunakan.

Sistem operasi windows akan menyimpan semua pengaturan secara otomatis baik itu konfigurasi perangkat keras dan pereferensi user di dalam database registry windows. Jika anda ingin merubah pengaturan yang ada pada registry saya sarankan untuk melakukan backup komputer terlebih dahulu karena setiap perubahan yang ada pada registry akan merubah pula sisem yang ada pada komputer.

Fungsinya:

Sebagai pusat database dari sistem operasi tersebut. Semua aktivitas yang ada pada komputer terekan secara otomatis dan disimpan didalam registry. Registry sendiri merupakan inti dari sistem operasi windows atau seperti halnya kernel pada sistem operasi linux. Jika kita melakukan perubahan pada komputer, apakah penamabahan perangkat keras atau mengintall aplikasi baru maka registry akan secara otomatis menyimpannya.



2. Jelaskan pengertian dword!

-DWORD Registry (regedit) ialah aturan dasar didalam system registry (regedit) yang akan digunakan saat membuat perangkat software baru yang akan kita gunakan terutama saat aplikasi baru diinstall di dalam sebuah aplikasi komputer yang akan secara Langsung masuk di dalam menu regedit (registry).



3. Jelaskan mengenai HKEY_LOCAL_MACHINE!

-HKEY_LOCAL_MACHINE adalah cabang yang berisi informasi yang berkaitan secara khusus dengan komputer itu sendiri. Contoh ini meliputi perangkat keras dan perangkat lunak yang diinstal, driver untuk hardware dan data konfigurasi untuk perangkat lunak. Isi dari cabang ini disimpan dalam file SYSTEM.DAT di Registry Windows 9x.



4. Jelaskan mengenai HKEY_CLASSES_ROOT!

-HKEY_CLASSES_ROOT berisi informasi jenis file yang berkaitan dengan tindakan yang dapat dilakukan seperti (Open, Cetak dan sebagainya) dan informasi tentang menginstal komponen perangkat lunak. Bahkan, itu adalah cermin dari sub-cabang yang sesuai dari HKEY_LOCAL_MACHINE yang dapat diakses dengan sendirinya sebagai kunci root untuk alasan kompatibilitas. Microsoft pertama memperkenalkan Registry di 16-bit pada Windows 3, tapi hanya berisi informasi ini. HKEY_CLASSES_ROOT memungkinkan kode program yang ditulis untuk Windows 3 untuk bekerja tanpa modifikasi, tetapi juga menyediakan cara yang nyaman untuk perangkat lunak saat ini untuk mengakses kelas yang sering digunakan data Registry.



5. Jelaskan mengenai HKEY_CURRENT_CONFIG!

HKEY_CURRENT_CONFIG lain adalah cermin dari cabang-sub HKEY_LOCAL_MACHINE. Dalam hal ini, berisi konfigurasi perangkat keras komputer. Windows mendukung profil perangkat keras yang memungkinkan Anda untuk mengaktifkan atau menonaktifkan driver untuk perangkat keras yang berbeda sesuai dengan hardware yang terpasang. (Contoh ini adalah notebook PC yang dapat menggunakan perangkat tertentu saja ketika tersambung ke stasiun docking) Semua profil disimpan di cabang tersendiri di HKEY_LOCAL_MACHINE dan HKEY_CURRENT_CONFIG menyediakan rute langsung ke salah satu saat boot.

Tugas Jaringan Komputer 5



Disusun Oleh Kelompok I :
Dwiky Semuel
NIM: 064001600018
Muhammad Iqbal
NIM: 064001600005
Niko Putra
NIM: 065001600008
Yusuf Alvino Riondi     
NIM: 064001600014

Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017


1. Jelaskan pengertian VLAN!

-Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda.



2. Jelaskan pembagian VLAN berdasarkan tipe koneksinya!

-Trunk Link
Trunk link dibuat untuk menghubungkan switch dengan switch yang lain, switch dengan router, atau switch dengan server dimana link tersebut akan digunakan untuk melewatkan data-data dari vlan yang berbeda. Untuk membedakan data dari satu vlan dengan vlan yang lainnya maka setiap data yang melewati trunk link harus diberi Vlan Taging. Dan secara otomatis Vlan Taging akan dibuang ketika data akan dikirim ke komputer. Trunk link hanya mendukung teknologi fast (100Mbps) atau gigabit (1000Mbps) ethernet. Sebab trunk link lazimnya dihubungkan dengan network backbone berkecepatan tinggi, sehingga kebutuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan access link.

-Access Link
Merupakan tipe link yang umum dan dimiliki oleh hampir semua jenis switch VLAN. Access link lazimnya digunakan untuk menghubungkan komputer dengan switch. Access link tidak lain merupakanport switch yang sudah terkonfigurasi. Selama proses transfer data, switch akan membuang informasi tentang VLAN. Anggota suatu VLAN tidak bisa berkomunikasi dengan anggota VLAN yang lain, kecuali dihubungkan oleh router (routing)

-Hibrid Link
Merupakan gabungan dari Trunk Link dan Access Link



3. Jelaskan manfaat VLAN!

-Performance.
VLAN mampu mengurangi jumlah data yang dikirim ke tujuan yang tidak perlu. Sehingga lalu lintas data yang terjadi di jaringan tersebut dengan sendirinya akan berkurang.

-Mempermudah Administrator Jaringan.
Setiap kali komputer berpindah tempat, maka komputer tersebut harus di konfigurasi ulang agar mampu berkomunikasi dengan jaringan dimana komputer itu berada. Hal ini membuat komputer tersebut tidak dapat dioperasikan langsung setelah di pindahkan.
Jaringan dengan Prinsip VLAN bisa meminimalkan atau bahkan menghapus langkah ini karena pada dasarnya ia tetap berada pada jaringan yang sama.

-Mengurangi biaya.
Dengan berpindahnya lokasi, maka seperti hal nya diatas, akan menyebabkan biaya instalasi ulang. Dalam jaringan yang menggunakan VLAN, hal ini dapat di minimalisir atau dihapuskan.

-Keamanan
VLAN bisa membatasi Pengguna yang bisa mengakses suatu data., sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan hak akses.

Minggu, 19 Maret 2017

Laporan 4 Orkom: Deep Freeze

Praktikum 4: Deep Freeze

Disusun Oleh Kelompok G :
Dwiky Semuel
NIM: 064001600018
Muhammad Iqbal
NIM: 064001600005
Niko Putra
NIM: 065001600008
Yusuf Alvino Riondi     
NIM: 064001600014

Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017

i.          Tujuan Praktikum
ii.         Teori Percobaan
iii.        Langkah-Langkah pengenalan hardware komputer
iv.        Kesimpulan



i.          Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui apa itu Deep Freeze dan fungsinya.

ii.         Teori Percobaan
Deep Freeze, oleh Faronics, adalah sebuah aplikasi yang tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Linux SUSE sistem operasi yang memungkinkan administrator sistem untuk melindungi sistem operasi inti dan file konfigurasi pada sebuah workstation atau server dengan mengembalikan komputer kembali ke aslinya konfigurasi setiap kali restart komputer.

Deep Freeze adalah driver kernel-tingkat integritas yang melindungi hard drive dengan mengalihkan informasi yang ditulis ke hard drive atau partisi, meninggalkan data asli utuh. Informasi diarahkan tidak lagi dirujuk setelah komputer di-restart, sehingga mengembalikan sistem ke keadaan semula pada tingkat sektor disk. Hal ini memungkinkan pengguna untuk membuat ‘virtual’ perubahan pada sistem, memberi mereka kesan bahwa mereka bisa memodifikasi file core atau bahkan menghapusnya, dan bahkan membuat sistem tidak dapat digunakan untuk diri mereka sendiri, tetapi setelah reboot awalnya dikonfigurasi ‘beku’ keadaan operasi sistem dipulihkan.

Untuk membuat perubahan, seorang sistem administrator harus ‘mencair’ partisi dilindungi dengan menonaktifkan Deep Freeze, membuat perubahan yang diperlukan, dan kemudian ‘membekukan’ lagi dengan mengaktifkan kembali Deep Freeze. Perubahan ini menjadi bagian dari partisi yang dilindungi dan akan dipertahankan setelah restart. ‘Pembekuan’ dan ‘pencairan’ bisa dilakukan di tingkat workstation atau jarak jauh baik melalui platform manajemen inti atau Faronics Deep Freeze Console Enterprise. Pengguna versi Enterprise juga dapat membuat partisi virtual disebut ThawSpaces (hingga 1 TB pada drive NTFS-diformat) untuk menyimpan data pada “beku” hard drive setelah restart.

Deep Freeze juga dapat melindungi komputer dari malware berbahaya, karena secara otomatis menghapus (atau lebih tepatnya, tidak lagi “melihat”) download file ketika komputer di-restart. Keuntungan dari menggunakan aplikasi seperti antivirus Deep Freeze / antimalware adalah bahwa ia menggunakan sumber daya sistem hampir tidak ada, dan tidak memperlambat komputer anda secara signifikan. Kerugiannya adalah bahwa hal itu tidak menyediakan perlindungan real-time, sehingga komputer yang terinfeksi harus restart untuk menghapus malware.

Deep Freeze hanya melindungi workstation dalam keadaan “segar-boot”. Artinya, Deep Freeze mencegah permanen merusak dengan hard drive yang dilindungi / partisi di reboot, tapi aktivitas pengguna antara restart tidak dibatasi oleh program. Sebagai contoh, Deep Freeze tidak mencegah instalasi aplikasi, pengguna dapat menginstal versi modifikasi dari browser web (tapi tampaknya tidak berbahaya untuk pengguna ketidaktahuan) dirancang untuk diam-diam mengirim password pengguna ke server yang terhubung ke Internet. Sebagai solusi, Deep Freeze dapat dikonfigurasi untuk restart setelah logout pengguna, shutdown setelah suatu periode tidak aktif yang dipilih, atau restart / shutdown pada waktu yang dijadwalkan dalam upaya untuk memastikan bahwa tidak ada instalasi tersebut dipertahankan (seperti reboot sistem kembali sistem ke aslinya, negara, tidak dimodifikasi).

Deep Freeze tidak dapat melindungi sistem operasi dan hard drive atas mana hal itu diinstal jika komputer di-boot dari media lain (seperti hard drive eksternal, perangkat USB, media optik, atau server jaringan). Dalam kasus tersebut, pengguna akan memiliki akses nyata untuk isi dari sistem (seharusnya) beku Pada komputer berbasis Windows, skenario ini dapat dicegah dengan mengkonfigurasi CMOS (BIOS memori nonvolatile) pada workstation untuk boot. hanya untuk hard drive harus dilindungi, maka password melindungi CMOS. Ini merupakan tindakan pencegahan normal untuk kebanyakan komputer akses publik. Sebuah tindakan pencegahan lebih lanjut akan mengunci kasus PC ditutup dengan kunci fisik atau sistem tiedown kabel untuk mencegah akses ke jumper motherboard.



iii.        Langkah-Langkah pengenalan Deep Freeze
1. Masuk ke folder Deep Freeze. Klik "Setup"

2. Klik Next

3. Klik "I Accept...". Lalu klik Next

4. Klik "Use Evaluation". Lalu, klik Next

5. Pilih Drive yang akan di Frozen. Lalu, klik Next


6. Muncul tampilan untuk membuat Drive baru. Jika tidak ingin membuat Drive baru, hilangkan ceklist pada "Create ThawSpace". Klik Install

7. Proses penginstalan Deep Freeze sedang dilakukan. Selanjutnya PC akan menrestart  dengan sendirinya.

8. Ketika PC sudah menyala kembali, buatlah folder baru di Drive yang sudah Anda pilih untuk di Frozen.


9. Restart PC Anda kembali. Jika sudah, cek folder yang Anda buat tadi. Folder tersebut akan hilang dengan sendirinya

iv.        Kesimpulan


Deep freeze sangat berguna dan memiliki fungsi yang sangat penting untuk mengamankan laptop atau komputer Anda, dari serangan virus ataupun kemungkinan eror yang terjadi pada system operasi Anda.

Jadi cara kerja deep freeze adalah membekukan seluruh atau sebagian partisi di hard disk Anda. Kemudian jika ada perubahan yang terjadi pada partisi yang dibekukan tersebut, misalnya ada data yang dihapus atau Anda tambahkan, maka otomatis software ini akan mengembalikan partisi seperti semula setelah komputer direstart. Artinya data yang dihapus bisa kembali lagi, sedangkan data yang barusan ditambahkan akan menghilang. Itu juga berlaku untuk software aplikasi yang diinstal.

Untuk melihat tugas Praktikum 4, klik Tugas Praktikum 4

Untuk melihat video Praktikum 4, klik disini